Minggu, 08 Desember 2013

BILANGAN KUANTUM

1. Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama (n) menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Bilangan kuantum utama mempunyai harga mulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya (bilangan bulat positif) serta dinyatakan dengan lambang K (n = 1), L (n = 2), dan seterusnya. Orbital-orbital dengan bilangan kuatum utama berbeda mempunyai tingkat energi yang berbeda secara nyata.
2. Bilangan Kuantum Azimuth (l)
Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulit. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya, yaitu semua bilangan bulat dari 0 sampai (n 1).
3. Bilangan Kuantum Magnetik (ml atau m)
Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Bilangan kuantum magnetik juga menyatakan orientasi khusus dari orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada nilai kuantum azimuth, yaitu semua bilangan bulat mulai dari –l sampai dengan +l, termasuk 0.
4. Bilangan Kuantum Spin (ms atau s)
Sambil beredar mengintari inti, elektron juga berputar pada sumbunya. Gerak berputar pada sumbu ini disebut rotasi. Hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron, yaitu searah atau berlawanan arah jarum jam. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s) yang mempunyai nilai s = +1/ 2atau s = –1/ 2. Akibatnya satu orbital hanya dapat ditempati oleh maksimum dua elektron, di mana kedua elektron itu haruslah mempunyai spin yang berlawanan, sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan pula. Medan magnet yang berlawanan ini diperlukan untuk mengimbangi gaya tolak-menolak listrik yang ada (karena muatan sejenis).
Dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu:
a. Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya.
b. Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya.
c. Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya.
d. Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya.

Sabtu, 07 Desember 2013

MISKONSEPSI DALAM MATERI TERMODINAMIKA

Analisis Materi
Materi                                      : Suhu, Kalor, Hukum Temodinamika dan Penerapannya dalam Teknologi
Kompetensi  Dasar SMP            : 3.7 Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor,dan penerapannya dalam mekanisme menjaga kestabilan  suhu tubuh pada manusia dan hewan serta dalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi  Dasar SMA         : 3.9 Mendeskripsikan hukum-hukum termodinamika dan penerapannya dalam teknologi
No
Materi
Miskonsepsi
Konsep yang benar
Pendekatan/Strategi/Metode
Media
SMP
SMA
1
·    Suhu dan Panas

Benda yang memiliki suhu lebih tinggi mempunyai panas yang lebih tinggi pula.
Sumber : Paul Suparno.
Panas atau tidaknya suatu benda tergantung pada massa dan kapasitas kalornya masing – masing.
Sebuah besi 10 gram dan alumunium dengan massa 10 kg dipanaskan dari 0oC . besi yang beratnya lebih ringan membutuhkan panas sampai 100 oC. Sedangkan alumunium hanya 10oC saja panasnya dapat menyamakan panas besi.
Metode Praktikum  membandingkan panas antara besi dan alumunium
Ø Papan tulis
Ø LCD
Ø Laptop
Ø Buku cetak

LKS SMP

Alat dan bahan :

1.      10 gram besi
2.      100 gram aluminium
3.      Spiritus
4.      korek api
5.      penjepit plastik

2.
Siswa sering menganggap bahwa  panas dan temperatur adalah hal yang sama.
Sumber:  http://www.newton.dep.anl.gov/
Suhu adalah ukuran dari energi panas yang dimiliki oleh hanya bagian dari zat yang berada dalam kontak dengan sensor suhu.
Panas adalah ukuran dari energi panas total yang dimiliki oleh seluruh substansi.
Jelas berbeda sekali antara suhu dan panas.
Metode ceramah
Ø Papan tulis
Ø LCD
Ø Laptop
Ø Buku cetak

3.
Beberapa siswa beranggapan bahwa bila panas diberikan pada air yang mendidih dengan cepat, maka suhu air yang mendidih itu akan bertambah.
Sumber:  http://arsyadriyadi.blogspot.com
Suhu tetap tidak naik sampai semuanya menjadi gas. Dengan kata lain, saat proses perubahan wujud, suhu tetap meski panas ditambah

LKS SMP

1.      Gelas
2.      Air panas
3.      Air
4.      termometer
4.
Suhu dan Panas

Siswa menganggap bahwa lebih mudah untuk mendidihkan air panas di dalam sebuah gelas dengan menuangkan air mendidih di dalam sebuah panci yang besar ke air dalam gelas tersebut, daripada mendidihkan air yang sama panasnya di dalam teko yang berisi air sampai separuh teko dan kemudian disumbat rapat-rapat, dengan memakai batu es.
Sumber:  http://www.scribd.com/doc/58152922/Miskonsepsi-Dalam-Pembelajaran-Fisika
air yang dituangkan air panas di dalam gelas itu tidak akan pernah mendidih,sedangkan air panas di dalam teko berpantat bundar yang mulutnya di sumbat itu akan mendidih, sebab air es itu akan mengembun. Sebagian dari uap air di atas permukaan air panas di dalam teko yang dijungkirkan itu. Sehingga menurunkan tekanannya dan menyebabkan   air panas itu mendidih.
Metode Praktikum.

LKS SMP
Alat dan bahan :
1.      air
2.      air panas
3.      teko
4.      batu es
5.       
5.

Mesin Kalor & Mesin Pendingin
Siswa seringkali beranggapan bahwa mesin kalor hanyalah konsep abstrak yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari, bahkan siswa menganggap bahwa siklus kalor pada mesin kalor dan mesin pendingin adalah sama.
Sumber :
Mesin kalor merupakan perlatan yang menggunakan prinsip perpindahaan kalor dari reservoir bersuhu tinggi ke reservoir bersuhu rendah dan menghasilkan kalor/panas dan  sesuai dengan teori kelvin-planck. Banyak sekali penerapan dari mesin kalor dalam kehidupan sehari-hari , antara lain : mesin sepeda motor,mesin mobil.

Siklus mesin kalor dan dingin berbeda. Siklus mesin dingin merupakan kebalikan dari mesin kalor.
Praktikum membuat Thermogenerator
SMA
LKS
Tujuan Pembelajaran : Alat dan bahan
  • Air panas (95 derajat C) dan air dingin (5 derajat C)
  • Dinamo
  • Gunting
  • Kaleng bekas kornet
  • Kertas
  • Kipas (terbuat dari CD bekas)
  • Koran (sebagai pelapis media)
  • Korek api
  • Lakban hitam
  • Lem kayu
  • Lem tembak
  • Peltier
  • Penjepit kertas
  • Tusuk gigi







                                                                                                  

MISKONSEPSI DALAM FISIKA

1.         Miskonsepsi mengenai hukum 2 newton :
F = ma (salah)
Yang benar yaitu Benda yang diberikan gaya  akan timbul percepatan . a =  . gaya juga bukan menimbulkan gerak. Karena ketika benda dikenai gaya kemudian bergerak maka akan kembali diam akibat dikenai gaya yaitu gaya gesek.
2.         Dalam kasus truk menabrak sedan, gayanya sama besar antara kedua benda tersebut. Karena berlakunya hukum ketiga newton aksi reaksi.
Ketika mobil sedan terlempar, yang mempengaruhinya yaitu momentum. Semakin besar momentumnya semakin sulit benda untuk dihentikan.
3.                   Benda yang bergerak memiliki momentum dan energi kinetik.
  dan
Perbedaan momentum dan energi kinetik.
·         Pada momentum tidak ada kuadrat pada kecepatannya. Sedangkan pada energi kinetik besarnya v kuadrat dari besar awalnya.
·         Momentum adalah besaran vektor, memiliki arah. Konsekuensinya jika dua benda bertemu dari arah yang berlawanan akan saling menghilangkan nilai momentumnya.
Sedangkanpada energi kinetik merupakan besaran skalar. Energi kinetik selanjutnya akan terus ditambahkan karena tidak ada tanda yg berbeda. Energi kinetik tidak dapat bernilai negatif karena V merupakan kelajuan yang tidak bernilai negatif (-).