Senin, 31 Oktober 2011

KEANEKARAGAMAN HAYATI

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP

Ciri Utama Lima Kingdom
Ciri Utama Animalia
Ciri Utama Plantae
Ciri Utama Protista
Ciri Utama Fungi
Ciri Utama Monera
Sel tak memiliki dinding sel, tapi sel tak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof
Sel memiliki dending sel dan membrane sel
Sel ada yang berklorofil dan dapat bergerak bebas
Sel kehilangan klorofil, bersifat saprofit
Sel tubuhnya prokariotik(tak memiliki nucleus), tapi dalam perkembangannya, ia tak mampu mengordinasikan gen/DNA menjadi kromosom dantubuhnya tetap bersel satu atau hanya koloni saja

Klasifikasi 5 kingdom :
1.       MONERA
Divisio : Bacteria (atau Schizomycetes) dan Cyanophyta atau alga hijau-biru
Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. Sifat utamanya terdiri dari satu sel, bentuknya yang beraneka ragam, berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak  mempunyai  inti  sejati.
Kelas  Schizomycetes  mempunyai  sepuluh  ordo  yaitu Pseudomonadales,, Chlamydobacteriales, Eubacteriales, Beggiatoales, Myxobacteriales, Spirochaetales, Hypomicrobiales, Caryophanales, Mycoplasmatales dan Actinomycetales.
1.       Pseudomonadales
Ciri :
a.       Sel kaku
b.      bulat atau bentuk batang yang lurus,lengkung atau spiral
c.       ada beberapayang membentuk trichom (benang) dapat bergerak, flagela polar
Famili :
                Pseudomonadaceae
                               
2.       Chlamydobacteriales
Ciri :
a.       Sel-sel berbentuk batang tersusun dalam bentuk trichom, sering berselubung di bagian luarnya
b.      besi diendapkan di dalam selubung -selubungnya itu
c.       jika ada flagela biasanya subpolar

3.       Eubacteriales
Ciri :
a.       sel uniseluler berbentuk bulat, batang (beberapa spesies ada yang menunjukkan adanya sedikit percabangan)
b.      tidak ada trichom, selubung, ataupun tambahan lainnya
c.       spesies yang bergerak mempunyai flagela peritrik

4.       Beggiatoales
Ciri :
a.       sel-selnya menyerupai trichoma alga, atau trichom terdiri atas sel-sel bentuk bulat
b.      menimbun unsur belerang (S) di dalam selnya
c.       bergerak dengan menjalar, gerakan bergetar atau menggelinding
d.      tidak berflagela

5.       Myxobacteriales
Ciri ;
a.       sel-selnya kokoid, bentuk batang, atau batang yang agak meruncing kearah kedua ujungnya (fusiform)
b.      membentuk suatu masa lendir komunal
c.       mempunyai badan buah (fruiting bodies)
d.      selnya tidak kaku (flexuous)
e.      bergerak menjalar diatas permukaan yang keras
tidak berflagela
6.       Spirochaetales
Ciri :
a.       sel memanjang berbentuk spiral
b.      bergerak berputar pada sumbu, ergerak seperti ular dan translatory motility
c.       tidak berflagela




7.       Hypomicrobiales
Ciri :
a.       Sel bulat atau bulat telur (ovoid) berhubungan satu dengan lainnya dengan tangkai atau benang-benang, tetapi bukan trichom, membentuk tunas dan pembelahan sel secara longitudinal ;
b.      jika ada flagela, merupakan flagela polar

8.       Caryophanales
Ciri ;
a.       Trichomanya sering sangat panjang
b.      Bahan-bahan intinya sering kelihatan jelas
c.       Flagela peritrik

9.       Mycoplasmatales
Ciri :
a.       Sangat pleomorfik, selnya mudah rusak karena tidak berdinding sel
b.      Kehidupannya (life-cyclenya) sangat kompleks
Tidak dapat bergerak

10.   Actinomycetales
Ciri :
a.       sel-selnya bercabang
b.      kebanyakan spesies membentuk miselia, konidiospora dan sporangiospora
c.       pada satu spesies sporangiosporanya berflagela polar

Cyanophyta atau alga hijau-biru  memiliki kelas Cyanophyceae. Cyanophyceae disebut sebagai alga biru atau ganggang belah (Schizophyceae) atau ganggang lendir ( Myxophyceae), adalah ganggang bersel tunggal atau berbentuk benang dengan susunan sel yang masih sederhana.
Ciri – ciri Cyanophyceae :
    Uniseluler, atau berkoloni berbentuk benang dengan struktur yang masih sederhana
    Berkembang biak dengan membelah tubuhnya
    Memiliki cadangan makanan berupa glikogen/butir-butir sianofisin (lipo- protein) diperifer, serta ada juga yang berupa volutin.
    Dinding  sel  mengandung  pektin,  hemiselulose  dan  selulose,  yang  bila bereaksi dengan air seperti lendir.
    Pada plasma bagian tepi terdapat klorofil a, fikosianin dan fikoklorofil yang belum terlokalisasi dan sifatnya labil menyebabkan warna tidak tetap. sifat ini disebut  adapatsi kromatik (yaitu jika cahaya hijau mengenai ganggang ini akan berwarna merah, dan apabila cahaya merah mengenai ganggang ini akan berwarna hijau/biru).
    Pada sel yang tua terdapat vakuola
    Umumnya tidak bergerak , namun dari jenis – jenis yang berbentuk benang dapat mengadakan gerakan meluncur sambil mengeluarkan lendir.
-          Klasifikasi Cyanophyceae
Cyanophyceae dibagi menjadi 3 ordo, yaitu:
1. Chroococcales
Ciri-ciri bangsa Chroococcales :
   Bentuk sel membulat tunggal atau berkelompok
   memiliki klorofil, karotenoid, fikosianin, fikoklorofil
   berwarna kehijauan pada habitat berair
   di bagian  tepi protoplasma/dinding  sel  berlendir  (menyebabkan  warnanya berkilau)
   habitat di tempat lembab seperti di batu cadas dan tembok

2. Chamaesipphonales
Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang yang mempunyai spora.
Benang – benang itu dapat putus – putus merupakan hormogonium yang dapat merayap dan
merupakan koloni baru. Spora terbentuk dari isi sel ( endospora ) setelah keluar dari sel
induknya spora dapat menjadi tumbuhan baru. 

3. Hormogonales
                Sel – selnya merupakan koloni berbentuk benang atau diselubungi suatu membran. Benang –
benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati,
lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang – benang itu selalu dapat membentuk
hormogonium.
2.       FUNGI

Kingdom Fungi terbagi sebagai berikut :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh471ItB6OxHgSrbRkEoCSjnWQO2JPl-dKkU56hRq3HZFw-RPz0Bmd6K3jI0JOY5AarSZeNnNuO0l_yjvLvDyizEMA3l2RB2GUJnC8wMdZScYDev3oCCcaSVkZ6lCMFsy59pZ2AnQYi9LNH/s320/Kingdom+Fungi.JPG
                                                                                                                          
Jamur (fungi) memiliki sifat sebagai berikut :
a. Karena tak berklorofil, maka 100% heterotrof.
b. Ada yang saprofit dan ada yang parasit.
c. Uniseluler atau pun multiseluler.
d. Jika multiseluler, kebanyakan tubuhnya tersusun atas benang-benang, disebut hyphae (hifa).
e. Jamur multiseluler umumnya tubuhnya terbagi atas 2 bagian :
- bagian pengurus makanan (vegetatif), terdiri atas jaringan hyphae yang disebut mycelium. Bagian ini menembus ke dalam benda mati, sampah, tubuh hewan atau dapat pula senagai parasit pada makhluk hidup.
- bagian pembiakan, disebut sporangium (kotak spora), di dalamnya terdapat sporangiospora (spora di dalam kotak spora). Sporangium didukung oleh penonjolan hyphae dari mycelium (disebut tubuh buah). Spora yang terbentuk di dalam sporangium disebut spora endogen atau endospora. Sedangkan spora yang terbentuk di luar sporangium (hanya menempel saja pada dinding sporangium) disebut spora eksogen atau eksospora.
JAMUR DIBAGI MENJADI 6 DIVISI :
1
MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)
• Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.
• Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
- fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti
amuba, disebut plasmodium
- fase tubuh buah
• Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora
kembara yang disebut myxoflagelata.
Contoh spesies : Physarum polycephalum
2
OOMYCOTINA
• Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti.
• Reproduksi:
- Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di
darat dengan sporangium dan konidia.
- Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
Contoh spesies:
a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga
darat maupun serangga air.
b. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.
3
ZYGOMYCOTINA
• Tubuh multiseluler.
• Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
• Hifa tidak bersekat.
• Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.
Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.
4
ASCOMYCOTINA
• Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er.
• Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
• Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
• Reproduksi:
- Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas,
pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.
- Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Contoh spesies:
1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
2. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum
dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae
untuk membuat sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii
untuk membuat kecap
7. Aspergillus flavus
menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian.flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.
5
BASIDIOMYCOTINA
• Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai
badan penghasil spora.
• Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh spesies:
1. Volvariella volvacea :
jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
3. Exobasidium vexans :
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau
blister blight.
4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides:
jamur beracun, habitat di daerah subtropis
5. Ustilago maydis :
jamur api, parasit pada jagung.
6. Puccinia graminis :
jamur karat, parasit pada gandum
6.
DEUTEROMYCOTIN
Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.
MIKORHIZA
Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.

LICHENES / LIKENES
Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim.
Contoh :
• Usnea dasypoga
• Parmelia acetabularis

Jamur Sejati
1. Klas Phycomycetes
Jamur ganggang atau jamur alga atau jamur air (Phycomycetes atau Zygomycetes) mempunyai sifat sebagai berikut :
a. Kebanyakan parasit.
b. Mycelium terdiri dari hifa yang panjang, bercabang-cabang dengan banyak inti. Hifanya kebanyakan berskat-sekat.
c. Sporangium umumnya lonjong, membentuk endospora.
d.Jika masak, sporangium gugur atau diterbangkan angin. Jika jatuh pada tempat yang basah, sporangium pecah, lalu ke luarlah spora kembara (kecuali ordo Zygomycetales yang membentuk spora diam). Spora dapat bertunas membentuk jamur baru atau pun membentuk gamet. Gamet lalu melakukan kopulasi, terbentuklah zigot. Gamet jantan membuah gamet betina karena chemotaxis.
e. Contoh :
Ordo Mucorales :
- Rhizopus stolonifer (jamur roti)
- R. oryzae (untuk fermentasi sake / minuman keras khas Jepang)
- Phytopthora infestans (penyebab penyakit pada kentang)
- P. faberi (penyebab penyakit pada karet)
- P. nicotiana (penyebab penyakit pada tembakau).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFk-wTOdIFUvvS7Kw8qezfW9lGdnfjFoaf-8wKrsjw5TCx5GkGyTxX-w3n0-pUWsf0NQ75YGY5ku_DAJ0nqWm51vGCShp6BklphGUPhyphenhyphenQvCEvblVfOysWEiupqdNKKoKGL3jNBkKB33luC/s320/Phycomycetes.JPG
2. Klas Ascomycetes
Jamur mangkuk (Ascomycetes) berkembang biak dengan ascospore (askospora) atau juga dengan
conidium. Ascus atau ascospore adalah sporangium berbentuk mangkuk yang menghasilkan spora.
Ascomycetes terbagi atas dua golongan :
a. Protoascomycetes
Protoascomycetes dapat membentuk hifa atau pun tidak. Misalnya famili Saccharomyces (ragi / khamir)
bersifat uniseluler, berbiak dengan tunas. Jika cukup makanan, terlihat hifanya.
Jika kondisi tidak menguntungkan, hifanya terputus menjadi sel-sel yang terpisah. Dinding selnya juga tak mengandung khitin, tetapi mengandung fosfoglikoprotein. Cairan yang mengandung gula / karbohidrat, jika terkena ragi akan difermentasi menjadi alkohol.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisKszzqcLigAAmYz0rMkv_e1L2Rftr_qISG7Jhm8ADxzptMCbJHSi11yzfQFeU0xXPxvClTG1CdKEx7ENhajiIVqwn23aoSRVVHF4e4eHY44PDZ0zmQyyMdzyfkAr_BMuoL-Is8oqIAgCz/s320/Ascomycetes.JPG
b. Euascomycetes
Pada euascomycetes jumlah askospora di dalam ascus tetap, yakni 8. Hifa yang berdekatan membentuk cabang-cabang kopulasi (gametangium) pada ujungnya, disebut trikogin. Jika trikogin saling bersentuhan, terjadi kopulasi antara gametangium jantan (antheridium) dengan gametangium betina (ascogonium). Beberapa inti antheridium masuk ke dalam ascogonium, lalu plasma kedua gamet bersatu, sehingga inti kedua gamet bersatu, dimana setelah kariogami ini (penyatuan 2 inti sel yang haploid) terbentuklah inti yang bersifat diploid. Inti ini membelah binair tiga kali menjadi delapan inti membentuk 8 askospora.

Jika askospora masak, beberapa dari 8 askospora ini kawin dengan askospora dari hifa lainnya. Sisanya terlempar beberapa cm karena diterbangkan angin, membentuk jamur baru.
Euascomycetes khusus genus Penicillium dan Aspergillus membentuk conidium, yakni dari mycelium tumbuh beberapa hifa lurus ke atas. Ujung benang menggelembung. Pada gelembung ini tumbuh sel-sel bertubuh serupa spora, disebut conidium. Pada Penicillium ujung hifanya bercabang-cabang, sedangkan pada Aspergillus tidak.
Contoh Ascomycetes :
- Klas Hemiascomycetes
Ordo Endomycetales : Saccharomyces cereviceae, S. ovale
Ordo Taphrinales : Taphrina sp. (ragi)

- Klas Euascomycetes
Ordo Eurotiales : Eurotium (Aspergillus) atau jamur hijau, misal : Aspergillus flavus, A. fumigatus, Talaromyces (Penicillium) atau jamur biru, misal : Penicillium notatum, P. chrysogenum, P. camemberti, P. requeforti
Ordo Erysiphales : Erysiphe sp.
Ordo Clavicipitales :Claviceps
Ordo Helotiales : Monilina

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxlp-i2fTeZmQEueR8_ZebxPKQJ04zuyy1uoMWMuT4nYPhe7Qf8h6gv_M7SS7UAIW96WKQlNLt0-5uoBwagwd5kiKfoZ_7XKpjlKYQq44lGFdhyphenhyphenSMrpktU9oQLdpTh79IFBymu1BOs1Gnv/s320/Aspergilus.JPG

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJZWZGfn5SwjTNeu0gRKC_h8cx29f2RbuYCDAQRrUtliVdh4XUXbpK0M31XdDbVpo0ap9HORA_l66zRtlI6vaAVumIO5YRvo9lqWBfRyxasYKPHCTFjyBkI-ywSiXOnQ_U9lwSj5Ffkyvo/s320/Ragi.JPG
3. Klas Basidiomycetes
Jamur gada (Klas Basidiomycetes) mempunyai sifat sebagai berikut :
- berkembang biak dengan basidiospora atau juga dengan conidium
- basidium yakni sporangium yang terbentuk dari satu sel pada ujung hifa yang membesar membentuk gada
- di dalam basidium sepasang inti bersatu, terjadilah pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. Tiap sepasang itnti mempunyai jenis kelamin yang berlawanan dengan pasangan lainnya.
- Pada ujung basidium terjadi penonjolan (sterigma) dengan ujung bulat atau lonjong yang akan menjadi basidiospora.
- Tiap inti haploid masuk ke dalam bakal basidiospora melalui jalur sterigma, maka terbentuklah basidiospora, yakni spora eksogen (eksospora).
- Jika masak, dengan kekuatan turgor basidium terlempar, diterbangkan angin. Jika mendarat pada tempat lembab, basidium mengeluarkan sporanya, terbentuklah hifa baru.
- Beberapa basidiomycetes berbentuk serupa payung (disebut jamur payung). Beberapa lainnya bersimbiosis dengan akar tumbuhan, disebut mycorhiza (jamur akar).
- Contoh :
a. Klas : Homobasidiomycetes
Ordo : Agaricus : Agaricus campestris (jamur payung), Amanita muscaria, A. phalloides
Ordo Polyporales : Ganoderma applanatum (jamur kayu)

b. Klas Heterobasidiomycetes
Ordo : Tremellales
Ordo : Uredinales : Puccinia graminis (jamur api / jamur karat)
Ordo : Ustilaginales
- Famili : Ustilaginaceae : Ustilago mayolis, U. tritici, U. nuda
- Famili : Tilletiaceae : Tilletia tritic
iDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH-hVAOYlVBycoX4jc8Y1hcSL89IcjzgxFJZ8KoO4vj2waPAasiroUtFw0F07V-H00tPnqAbgOKlVWiBfDYhiUE75kuQ3L5mgViyieIZ8RX2lPyUk8DpvJoSvKfBUMHD757k9gg13mjWNI/s320/Basidiomycetes.JPG

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjqnTwDyG_FEJLcNaiPSDh58k2Yxjc97VCeJwX3kL9bH5xPKI3FFfmcZGKemSsz0JPL6f99lixDG39eI63wnbC0aXUbUadi2OwvMT7KLmxhsi-W5Uh7yOl_zEUrH0kpdtEARxRcfZtpHl3/s320/Jamur+Karat.JPG
4. Klas Deuteromycetes (Fungy Imperfecty)
Deuteromycetes disebut juga jamur tak sempurna (fungi imperfecty), karena belum ditemukan fase seksualnya. Deuteromycetes berkembang biak hanya dengan conidium (berbiak vegetatif). Jika telah berhasil diketahui/ditemukan fase seksual/fase generatifnya, maka dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes atau Basidiomycetes.
Contoh Deuteromycetes :
- Ordo : Moniliales : Dactylaria brachophaga dan Monilia (Neurospora) sitophyla (jamur oncom)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPhhAlE7oYhWfbV7OX-z5WumJ2sD7NMEOfwOVOLaLTeonPm49iUhYzuCPn3dJ6iGgwqEFZwhbh4UeRI4etlwtkh_YUBiOTO83DDFkC_0FY6_oAVyXrDzRYHUmXkOBZwHuIBAArIrJuBrHK/s320/Deuterromycetes.JPG


3.       PROTISTA
1.       Protozoa, protista yang menyerupai hewan
Ciri-ciri Protozoa
1) Ukuran tubuh mulai dari 10 mikron-6 mm
2) Bentuk protozoa bervariasi yaitu asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral
3) Bergerak dengan flagel, pseudopodia, silia atau dengan gerakan sel itu sendiri
4) Cara hidupnya bebas, komensalisme, mutualisme, parasit
5) Cara mendapatkan makanan dibedakan menjadi : holozoik, saprofit, saprozoik, holozoik
6) Habitatnya di tempat-tempat berair, seperti di selokan, sawah, parit, sungai, dll.
Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 kelas yaitu:

1) Flagellata atau Mastigophora (Yunani, mastix: cambuk, poros: membawa)
Umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan manusia. Flagellata mempunyai bentuk yang tetap. Berkembangbiak dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi. Berdasarkan ada tidaknya klorofil kelas flagellata dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Fitoflagellata
- Flagellata yang mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora
- Habitat di perairan bersih dan perairan kotor
b. Zooflagellata/dinoflagellata
- Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
- Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia
2) Ciliata/Ciliophora/Infusuria
Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan tetap, dan oval. Beberapa contoh kelas ciliata:
Paramecium caudatum
o Disebut hewan sandal
o Habitat di tempat berair, sawah, rawa
o Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain
o Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair
o Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi
Nyctoterus ovalis (hidup diusus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp
Stylonichia
- Banyak ditemukan pada permukaan daun terendam air
- Bentuknya seperti siput
3) Rhizopoda/Sarcodina
Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Berkembangbiak dengan cara membelah biner.
4) Sporozoa (spora: benih, zoon : binatang)
Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk).
                2. Algae, Protista mirip tumbuhan
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya alga dibedakan manjadi 6 filum yaitu:
1) Filum Euglenophyta
Hidup di air tawar, di dalam tanah dan tempat lembab. Mempunyai ciri-ciri mirip hewan dan tumbuhan. Dianggap mirip hewan karena selnya tidak berdinding, bergerak bebas dan berbintik mata. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a, b dan karotin untuk berfotosintesis.
2) Filum Alga Hijau (Chlorophyta)
Chlorophyta umumnya hidup di air tawar (90%) dan di laut (10%). Pigmen memiliki klorofil a, b, karotin dan xantofil, kloroplas mempunyai bentukseperti spiral, mangkuk, lembaran, bola. Tubuh bersel satu seperti benang, lembaran dan seperti tumbuhan tinggi. Reproduksi vegetatif dengan cara pembelahan biner, fragmentasi benang/koloni, pembentukan zoospora dan generatif dengan cara konjugasi, fertilisasi. Cara hidup dengan autotrof dan bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
3) Filum Alga Keemasan (Chrysophyta)
Terdiri atas alga yang uniseluler atau multiseluler. Dibedakan dalam tiga kelas utama yaitu:
a) Kelas alga hijau-kuning (xanthophyceae)
o Pigmen yang dimiliki yaitu klorofil (hijau) dan xantofil (kuning)
o Reproduksi vegetatif membentuk zoospora, generatif dengan fertilisasi
o Contohnya: Vaucheria sp
b) Kelas alga coklat-keemasan (chrysopyceae)
o Pigmen yang dipunyai klorofil (hijau) dan karoten (pigmen keemasan), hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minya
o Tubuhnya ada yang uniseluler, contohnya: Ochromonas sedang ada pula yang multiseluler contonya Synura
c) Kelas diatom (bacillariophyceae)
o Banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah, tubuhnya ada yang uniseluler dan berkoloni
o Dinding tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka)
4) Filum Alga Api (Pyrrophyta)
a) Disebut juga dinoflagellata, tubuhnya tersusun atas satu sel dan berdinding sel, dapat bergerak aktif, habitat di laut bersifat fosforesensi (memancarkan cahaya)
b) Sebelah luarnya terdapat celah atau alur, masing-masing mengandung satu flagel
c) Pigmennya klorofil dan coklat kekuning-kuningan, contohnya Peridium
5) Filum Alga Coklat (Phaeophyta)
a) Bentuknya seperti tumbuhan tinggi, sebagian besar hidup di laut. Tubuhnya melekat di bebatuan, sedangkan talusnya terapung di permukaan
b) Pigmennya fikosantin, klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin, diadinoxantin
c) Cadangan makanan berupa lamirin yang disimpan dalam pirenoid, ruang antar sel pada dinding selnya mengandung asam alginat (algin)
d) Reproduksi vegetatif zoospora berflagel dan fragmentasi, generatif dengan cara oogami atau isogami
6) Filum Alga Kemerahan (Rhodophyta)
Habitat sebagian besar di laut (rumput laut) dan sebagian kecil di air tawar
Pigmen klorofil a, b dan fikoeritrin, karoten
Reproduksi vegetatif membentuk tetraspora dan generatif dengan cara oogami

3. Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)
Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Filum Jamur Lendir (Myxomycota)
a) Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk
b) Struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir atau plasmodium, yang berinti banyak dan bergerak seperti Amoeba
c) Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai)
d) Reproduksi vegetatif dengan cara plasmodium dewasa membentuk spora dan generatif dengan cara peleburan spora kembara (myxoflagella, mempunyai 1 inti dan 2 flagel), yang akan membentuk zigot yang kemudian akan membentuk plasmodium.
b. Filum Jamur Air (Oomycota)
a) Hifa tidak bersekat, bersifat senositik (intinya banyak), dinding sel dari selulosa
b) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora, yang memiliki 2 flagel dan generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.Contohnya : Saprolegnia (parasit pada telur ikan), Phytophthora (parasit pada tanaman kentang), Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar)
4.       Animalia
Filum Animalia                                                                         
Platyhelminthes
Ciri-cirinya           :
1.       Platyhelminthes memiliki ukuran tubuh beragam, dari yang berukuran hampir microskopis hingga yang panjangnya 20 cm.
2.       Tubuh Platyhelminthes simetris bilateral dengan bentuk pipih. Diantara hewan simetris bilateral, Platyhelminthes memiliki tubuh yang paling sederhana.
3.       Tubuh pipih dan tidak berbuku-buku.
4.       Sistem pencernaan dengan gastrovaskuler.
5.       Sistem pencernaan tidak sempurna (tidak memiliki anus).
6.       Sistem transportasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
7.       Sistem saraf dengan ganglion.
8.       Sistem ekskresi menggunakan sel api.
9.       Tidak memiliki sistem peredaran darah.
10.   Berespirasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya.
Klasifikasi
Filum Platyhelminthes ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu Turbelaria, Trematoda, dan Cestoda.

a. Turbellaria

Kelas Turbellaria termasuk planaria air tawar seperti  Dugesia yang memberi makan organism kecil atau tetap sebagai makhluk kecil. Kepala planaria berbentuk ujung panah, dengan tambahan sisinya sebagai pengindera makanan atau keberadaan organism lain.

b. Trematoda

Kelas Trematoda termasuk cacing kait (flukes) baik dalam darah, hati maupun paru-paru.Cacing kait tidak memiliki kepala, namun memiliki mulut penghisap. Sistem pencernaan, sistem saraf dan sistem pembuangan yang kurang tapi sistem reproduksinya berkembang baik walau hermaphrodit.
 c. Cestoda
Kelas Cestoda terdiri dari cacing pita. Bagian scolex memiliki pangait dan pengisap yang memungkinkannya menempel pada dinding usus inang. Di bawah skolex terdapat leher yang pendek dan tali panjang proglottid, dimana setiap proglottid berisi satu set penuh organ kelamin jantan dan betina dan stuktur lainnya.
Nemathelminthes
Ciri-cirinya          :
1.            Merupakan hewan Triploblasik Pseudoselomata
2.            Nemathelminthes dapat dijumpai di darat, air tawar dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah    tropis.
3.         Tubuh tak beruas.
4.          Tubuh berbentuk bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing.
5.          Ukuran tubuh Nemathelminthes umunya mikroskopis, meskipun ada yang panjangnya sampai 1 meter.
6.          Tidak memiliki sistem peredaran darah dan jantung, tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes kebagian tubuh akibat kontraksi tubuh.
7.          Bentuk tubuhnya gilik panjang dengan simetri bilateral.
8.          Tubuhnya tidak memiliki silia dan tidak bersegmen, dilapisi oleh kutikula transparan.
9.          Merupakan hewan multiseluler avertebrata.
10.         Hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, dan ada juga yang hidup bebas.
11.        Tubuhnya simetri Bilateral.
12.        Memiliki sistem pencernaan.
13.        Tidak memiliki sistem respirasi.
14.        Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda.
15.        Reprduksi secara seksual
16.        Telurnya dapat membentuk kista.
Klasifikasi
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora.
1.       Nematoda mempunyai saluran pencernaan dan rongga badan, rongga badan tersebut dilapisi oleh selaput seluler sehingga disebut speudosel atau  psedoseloma. Potongan melintangnya berbentuk bulat, tidak bersegmen dan ditutupi oleh kutikula yang disekresi oleh lapisan hipodermis (lapisan sel yang ada dibawahnya).
2.       Nematophora
Echinodermata                          
Ciri-cirinya          :
1.          Tubuhnya memiliki simetri radial
2.          Memiliki sistem pencernaan yang sempurna
3.          Sistem gerak dengan menggunakan kaki ambulakral
4.          Bernapas dengan insang
5.          Memiliki 5 lengan
6.          Memiliki kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk membentuk kembali organ tubuhnya yang terputus    
Klasifikasi                                                                   
Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.
1.      Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp.Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
- Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
- Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
- Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan
- Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.
Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar.Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti.Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.
2. Ophiuroidea
Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel.Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya.
Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.
3. Echinoidea
Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata).Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.
4. Holothuroidea
Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang. Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus.
5. Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan.Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai.Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula.Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.
Annelida.
Ciri-cirinya          :
1.    Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.
2.    Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin.
3.    Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.
4.    Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).
Klasifikasi
Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak), Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.
1. Polychaeta                  
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.
Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.
2. Oligochaeta                                                                                                                    
Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit.Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.
3. Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit.Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.
Arthropoda
Ciri-cirinya          :          
1. Tubuh Arthropoda beruas-ruas
2. Memiliki eksoskeleton (rangka luar) yang tersusun atas zat kitin
3. Memiliki simetri tubuh bilateral
4. Bernapas dengan trakea, insang, paru-paru buku, dan difusi melalui seluruh permukaan tubuh
Klasifikasi
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki.Berikut ini akan diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum, yaitu Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta.
1. Arachnoidea
Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm
Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat
2.  Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak.Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita.Myriapoda hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu.Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing.
Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata tunggal).Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota badan pada tiap segmennya.Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea.Ekskresinya dengan tubula malpighi.Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual secara internal.Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.
a. Chilopoda
Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang.Tubuhnya memanjang dan agak pipih.Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat kaki dan sepasang spirakel.Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alt beracun.Alat penyengat digunakan unutk menyengat musuh atau pengganggunya.Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.
 b. Diplopoda
Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu.Ada yang menyebutkan nama lain seperti keluwing.Tubuhnya bulat panjang.Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila dan bibir bawah.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang spirakel.Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme.Gerakkan hewan ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.
 3. Crustacea
Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta = kulit) memiliki kulit yang keras.Udang, lobster,dan kepiting adalah contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di darat.Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
4. Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai parasit.
 5. Malacostraca
Malacostraca adalah crustacea yang berukuran lebih besar dari pada entomostraca.
6. Insecta                                                                                                                                   
Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah.
Karena itu pula sering juga disebut hexapoda. Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen.Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.
Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh.Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan.Sistem sirkulasinya terbuka.Organ kelaminnya dioseus.
Mollusca                                                                     
Ciri-cirinya        :                                                        
1. Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur.Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cum-cumi raksasa.
2. Mollusca hidup secar heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organism
Klasifikasi
Mollusca merupakan filum terbesar dari kingdom animalia.Molluska dibedakan menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.
1. Gastropoda             
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek.Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
2.       Pelecypoda
Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak.Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur.Pelecypoda ada yang hidup menetap dan membenamkan diri di dasar perairan.Pelecypoda mampu melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena mensekresikan zat perekat.
Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut juga Bivalvia.
3.        Cephalopoda
Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya.Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual.Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.
Chordata
Ciri-cirinya          :
1.  Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur.Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
2.  Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
3.  Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
4.  Memiliki celah faringChordata hidup di darat maupun di laut.
Klasifikasi
Berdasarkan ada tidaknya kranium (tengkorak), Chordata dibagi menjadi:
a. Acraniata (tidak berkranium)
Acraniata dibagi menjadi subfilum:
1) Hemichordata
Tubuh bagian depan terdapat probocis atau belalai untuk membuat lubang pada lumpur atau pasir. Di dasar probosis terdapat leher, mengelilingi coelom, bentuk seperti krah baju. Badan (trunchus) berbentuk panjang agak pipih dan terdapat celah insang. Tubuh lunak, berbentuk silindris menyerupai cacing. Tempat hidup di laut. Chorda dorsalis hanya terdapat pada bagian anterior tubuh
2) Urochordata atau Tunicata
Chorda dorsalis terdapat di dalam ekor pada waktu larva selanjutnya chorda dorsalis dan ekor mereduksi. Hidup di laut. Hewan dewasa hidup menempel pada suatu tempat, larva dapat berenang dan hidup bebas. Tunicata dibagi menjadi 3 kelas:
a) Ascidiaceae, contoh: Ascidia intertinalis.
b) Thallasea, contoh: Doliolum denticulatum.
c) Larvaceae, contoh: Appendicularia sp.
3) Cephalochordata
Ciri-ciri:
  1. Chorda dorsalis ada sepanjang hidup.
  2. Bentuk memanjang dari ujung anterior sampai ujung posterior.
  3. Pembuluh dorsal berkembang biak, sampai dewasa punya celah faring.
  4. Hidup di laut, hidup bebas.
  5. Ujung-ujung tubuh meruncing.
  6. Tubuh transparan sehingga alat-alat dalam tubuh kelihatan.
  7. Pada mulut dilengkapi tentakel halus atau sirri.
  8. Sirri terdapat pada suatu membran atau velum yang mengelilingi mulut. Contoh: Amphioxus.
b. Craniata (berkranium)                                                                   
Berdasar alat gerak, vertebrata dibagi menjadi 2 kelompok:
1.  Pisces, alat gerak berupa sirip, meliputi:
a) Kelas Agnatha
Rangka terdiri atas tulang rawan, sirip tidak berpasangan. Di bagian ventral tubuh terdapat mulut dan lubang hidung. Celah faring 5 pasang. Jantung 2 ruang: atrium dan ventrikel. Contoh: ikan bermulut bundar (Cyclostomata), ikan lamprey (Petromyxin Sp.), ikan hag (Polistotrema sp).
b) Kelas Chondrichtyes
Endoskeleton semuanya terdiri dari tulang rawan. Celah faring 5 pasang. Tidak punya tutup insang. Bagian ventral tubuh terdapat lubang hidung dan mulut. Jantung terdiri dari 2 ruang, yaitu atrium dan ventrikel. Contoh: ikan hiu (Squalus sp), ikan cucut macan (Galeocerdoryneri), dan ikan pari.
c) Kelas Osteichthyes
Ikan bertulang sejati. Di kepala terdapat sepasang mata, selaput pendengaran, celah mulut, lubang hidung, celah insang dan tutup insang. Alat gerak berupa sirip yang berpasangan, untuk keseimbangan dibantu sirip punggung, untuk kemudi sirip ekor. Terdapat gurat sisi dan 3 lubang keluar. Tubuh dilindungi kulit tipis, transparan, banyak kelenjar lendir, tertutup sisik. Contoh: ikan bandeng, ikan mas, ikan tawas, ikan lele, dan ikan kakap.
2) Tetrapoda, alat gerak berupa kaki yang berjumlah 4 buah, meliputi:
a) Kelas Amphibia
Habitat saat larva di air, saat dewasa di darat. Kulit selalu basah (berlendir). Tidak bersisik. Anggota gerak 2 pasang untuk berjalan atau berenang. Alat pernapasan larva dengan insang, saat dewasa dengan paru-paru. Suhu tubuh poikilotermis. Berkembang biak secara kawin. Fertilisasi eksternal. Ovipar. Amphibia dapat dibedakan menjadi beberapa ordo:
(1) Apoda (Amphibia tidak berkaki).
(2) Urodella atau Caudata (Amphibia berekor dan berkaki). Contohnya Salamandra (kelompok Salamander).
(3) Anura (Amphibia tidak berekor). ontoh: katak hijau, katak bangkong.
b) Kelas Reptilia
Bernapas dengan paru-paru. Kulit kering bersisik. Sisik dari zat tanduk. Tidak berkelenjar lendir maupun kelenjar keringat. Alat gerak berupa 2 pasang kaki yang berjari-jari dan berkuku. Suhu tubuh poikiloterm. Berkembang biak secara kawin. Fertilisasi internal. Ovipar, ovovivipar, maupun vivipar. Reptilia dibagi menjadi beberapa ordo:
(1) Squamata Dibagi:
(a) Subordo Lacertilia, contoh: cicak, kadal, dan tokek.
(b) Subordo Ophidia atau Serpentes, contoh: ular kobra, ular derik.
(2) Chelonia (golongan kura-kura) Contoh: kura-kura, penyu.
(3) Crocodilia atau Loricata Contoh: buaya
(4) Rhynchochephalia Contoh: Sphenodon punctatum
c) Kelas Aves
Tubuh ditutupi bulu. Alat gerak bagian depan berupa sayap. Suhu tubuh homoiterm. Contoh: burung merpati, bangau, pelikan, ayam, dan kasuari.
d) Kelas Mamalia
Tubuh berambut. Punya kelenjar susu. Suhu tubuh homoiterm. Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo:
(1) Monotremata, ovipar, mengerami telur dan bila telur menetas anaknya akan menyusu pada induk. 
(2) Marsupialia, hewan berkantong, vivipar.
(3) Chiroptera, tangan sebagai sayap.
(4) Insectivora, pemakan serangga,
(5) Pholidota, tubuh bersisik,
(6) Rodentia, hewan pengerat,
(7) Logomorpha, contoh: kelinci.
(8) Cetacea, contoh: ikan paus.
(9) Sirenia, contoh: ikan duyung.
(10) Carnivora, hewan pemakan daging
 (11) Pinnipedia, contoh: singa laut dan anjing laut.
(12) Proboscidea contoh: gajah India.
(13) Perissodactyla, contoh: badak, kuda, tapir.
(14) Arthrodactyla, contoh: babi, kambing, sapi, rusa, kerbau.
(15) Dermoptera.
(16) Primata

Vertebrata
Ciri-cirinya          :
  1.  Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur.Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
  2.  Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
  3. Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
  4. Memiliki celah faring
Klasifikasi
Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang.Vertebrata dengan mulut tidak berahang dikelompokkan dalam superkelas Agnatha, sedangkan yang memiliki rahang termasuk dalam superkelas Gnathostomata.
1.      Superkelas Agnatha
Hewan yang tergolong agnatha berbadan panjang dan ramping seperti belut serta tidak memiliki rahang.
 2.      Superkelas Gnathostomata
Hewan ini memiliki rahang bersendi yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.Hewan ini di golongkan  menjadi enam kelas yaitu :
  1. Kelas Chonrichthyes
    Hewan yang tergolong kelas ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan.Pada sebagian besar kelompok ikan ini, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium.
  2.  Kelas Osteichthyes
    Kelompok Osteichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat.
3.       Kelas Amphibia
Kelas Amphibia umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya.
Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu :
- berkulit licin tidak bersisik
- menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm
- fertilisasi secara eksternal di air tau tempat lembab
- menghasilkan telur (bersifat ovipar) yang tidak bercangkang
Amphibia terdiri dari tiga ordo, yaitu Anura, Urodela, dan Apoda.
4.      Anura
Anura memiliki ciri tidak berekor saat dewasa.Kaki belakangnya yang lebih panjang daripada kaki depan digunakan untuk melompat.
Lidahnya besar, lengket, dan dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya.Bagi yang jantan memiliki kantong udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina saat musim kawin.Contoh hewan ini adalah katak hijau (Rana signata), katak pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (bufo sp.)
5.      Urodela
Urodela merupakan kelompok amphibia yang memiliki ekor saat larva, muda dan dewasa.Tubuhnya berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depat yang sama ukurannya dengan kaki belakang.Beberapa jenis ini hidup di air dan ada yang di darat.Hewan yang tegolong kelompok ini adalah salamander.
6.      Apoda
Apoda yang disebut juga sesilian merupakan amphibia tak berkaki.Bentuk tubuhnya seperti cacing tanah atau belut.Larva sesilian sangat menyerupai sesilian dewasa.Sesilian hidup terutama bersarang dalam lubang di tanah.
4.      Kelas reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin).Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Reptil hidup hidup di air dan darat.Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines, Squamata atau Lepidosauria, dan Crocodilia.
a.       Chelonia adalah reptilia yang memiliki cangkang.Cangkang bagian atas disebut karapaks, sedangkan bagian bawahnya disebut plastron.Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya.
b.      Squamata adalah reptilia yang umumnya memiliki kulit bersisik.Reptil yang termasuk golongan ini adalah kadal dan ular.Kadal memiliki sisik yang licin dan berbentuk membulat.tubuhnya kebanyakan berkaki empat, bertubuh kecil, dan memiliki ekor.
c.        Crocodilia memiliki sisik tebal dari keratin dan diperkuat dengan lempengan tulang ysng disebut skuta sebgai pelindung.Sisik rontok satu persatu tidak seperti ular.Buaya memiliki ekor tebal berotot.Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari emapat sebagian berselaput untuk berenang.Lubang hidung terletak di ujung moncongnya yang memungkinkan untuk bernapas saat di dalam air.jantungnya beruang empat namun memiliki pori di antara bilik kiri dan kanan.

5.  Kelas Aves
Aves atau burung memiliki bulu yang terbuat dari keratin.Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang.selain bulu,
6.  Kelas mammalia
Kelompok mammalia semuanya menghasilkan susu sebagai makanan anaknya.Susu dihasilkanoleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada.Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.Selain memiliki kelenjar susu, Mammalia juga berambut serta memiliki tiga tulang telinga tengah.Ketiga ciri ini tidak dimiliki oleh vertebrata lainnya.Pada paus dan lumba-lumba, rambut ada pada tahap tertentu perkembangan embrionya.Rambut mammalia tersusun dari protein yang disebut keratin.Rambut mammalia berfungsi tertentu, yaitu sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.
Tiga tulang telinga tengah yang dimiliki mammalia terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi.Ketiga tulang tengah berperan dalam pendengaran, yaitu meneruskan getaran suara dari membran timpani (gendang telinga) ke telinga dalam.
Mammalia dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu Mammalia bertelur (prototheria), mammalia berkantung (metatheria), dan mammalia berplasenta (eutheria).
a.      Kelompok Prototheria, bertelur sehingga tergolong ovipar.Embrio berkembang di dalam telur dengan menggunakan kuning telur sebagai sumber makanannya.Setelah menetas hewan ini akan menghisap susu dari rambut induknya, karena induk ini tidak memiliki puting susu.Hewan ini digolongkan sebagai ordo Monotremata, contohnya adalah platipus (Ornithorhynchus anatinus) dan echidna.
b.      Kelompok Metatheria, melahirkan anaknya saat embrio masih pada tahap awal sehingga masa kehamilannya singkat.Contohnya kanguru merah, anaknya yang masih berukuran sebesar lebah madu dilahirkan 33 hari setelah fertilisasi.Anak dalam tahap embrio tersebut dapat merangkak masuk ke dalam kantung induknya yang disebut marsupium.Di dalam masupium embrio menyusu pada puting susu dan mengalami perkembangan selanjutunya.Hewan ini digolongkan sebagai ordo Marsupialia atau hewan berkantung

c.       Kelompok Eutheria, melahirkan anaknya yang telah menyelesaikan perkembangan embrioniknya di dalam rahim (uterus).Embrio memperoleh nutrisi dari induknya melalui plasenta sehingga kelompok hewan ini disebut mammalia berplasenta.Sebagian besar ordo dalam mammalia tergolong Mammalia berplasenta.Berikut Ordo-ordo utama Mammalia Eutheria :
- Ordo Insectivora adalah kelompok mammalia pemakan serangga.
 - Ordo Chiroptera adalah kelompok Mammalia yang memiliki selaput kulit membentang dari kaki depan, badan, dan kaki belakang.Struktur sayap untuk terbang ini merupakan modifikasi dari kaki depan yang ditunjang oleh empat jari.Sebagian besar hewan ini adalah hewan nokturnal, yaitu mencari makanan pada malam hari.Selain sebagai pemakan serangga, beberapa jenis memakan buah-buahan dan vertebrata kecil seperti katak, tikus, dan burung.Jenis lain yaitu kelelawar vampir menghisap darah mammalia lain.
- Ordo Lagomorpha mencakup mammalia yang memiliki gigi seri seperti pahat, misalnya kelinci.Kaki belakang hewan ini lebih panjang daripada kaki depan.Struktur kaki ini berfungsi untuk melompat.
- Ordo Perissodactyla mencakup mammalia berkuku pada jari yang berjumlah ganjil pada kakinya.Jika jari kakinya lebih dari satu jari tengahnya lebih besar daripada jari lain.Hewan ini merupakan pemakan tumbuhan atau herbivora.Contoh hewan ini adalah kuda (Equus caballus) yang berkuku satu, tapir (Tapirus indicus) dan badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) yang berkuku tiga.
- Ordo Artiodactyla mencakup mammalia berkuku pada jari yang berjumlah genap masing-masing kakinya.Hewan ini juga herbivora.Contohnya adalah kambing, domba (Ovis aries), babi (Sus sp.), rusa sambar (Cervus unicolor), dan jerapah (Giraffa camelopardalis).
- Ordo Sirenia adalah mammalia herbivora akuatik yang memiliki tungkai depan mirip sirip.Kelompok mammalia ini tidak memiliki kaki belakang.Ekor besar dan pipih horizontal yang juga berperan seperti dayung untuk berenang.Sirenia merupakan mammalia bertubuh besar tidak berambut.Rambut kasar hanya terdapat di bibirnya.Contoh sirenia adalah duyung atau dugong (Dugong dugong).
- Ordo Proboscidea memiliki tubuh besar berotot serta belalai berotot.Hewan yang termasuk kelompok ini adalah gajah sumatera (Elephas maximus).Belalai gajah berfungsi seperti anggota badan kelima untuk mengambil makanan dan minum.Kulitnya longgar dan tebal.Gajah jantan memiliki gigi seri atas memanjang sebagai gading.
- Ordo Cetacea hidup di laut dengan tubuh berbentuk ikan, kaki depan mirip dayung dan tidak ada kaki belakang.Tubuhnya tidak berambut dan memiliki lapisan tebal lemak sebagai insulasi.Lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus), paus biru (Balaenoptera musculus), dan paus pembunuh (Orcinus orca) adalah mammalia yang termasuk Cetacea.
- Ordo Cornivora adalah kelompok mammalia yang memiliki dan kuku yang tajam dan runcing untuk menangkap dan memakan mangsanya.Kelompok ini disebut juga pemakan daging.Mammalia yang termasuk carnivora adalah anjing (Canislupus familiaris), Kucing (Felis silvestris), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), singa (Panthera leo) dan anjing laut (Caniformia pinniped).
- Ordo Rodentia memiliki gigi seri seperti pahat.Gigi serinya berjumlah sepasang di atas dan sepasang di bawah.Ggi seri tidak berakar sehingga tumbuh terus-menerus.Contoh rodentia adalah tupai, berang-berang, tikus,landak, dan mencit.
- Ordo Primata memiliki ibu jari yang dapat disentuhkan ke jari lain, mata menghadap ke depan, korteks serebal berkembang baik.Kelompok primata adalah beruk (Macaca sp.), orang utan (pongo pygmaeus), dan lutung jawa (Trachypithecus auratus).Manuasi (homo sapiens) digolongkan dalam primata.
5. PLANTAE
Plantae dikelompokkan kedalam dua kelompok, yaitu :

1.Tallophyta
Ciri umum :
  • Reproduksi dengan spora
  • Belum memiliki akar,batang, dan daun sejati
  • Belum terdapat berkas pembuluh
Anggotannya : Brophyta (Lumut)

2.Kormophyta
Ciri umum :
  • Reproduksi dengan spora dan biji
  • Telah memiliki akar,batang, dan daun sejati
  • terdapat berkas pembuluh

Untuk Spermtophyta, kemudian kita menegenal adanya pengelompokkan berdasarkan keterbukaan biji (perkembangan dari makrosporofil yang dibuahi) ke udara, kita mengenal kelompok :
  1. Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)/Pinophyta
  2. Angiospermae (berbiji tertutup)/ Magnoliophyta
Angiospermae atau Magnoliophyta kemudian diklasifikasikan kedalam dua kelompok klassis, yakni :
  • Monokotiledonae (Liliopsida), dan
  • Dikotiledonae (Magnoliopsida)
Filum Plantae

Magnoliopsida

Classis Magnoliopsida
Classis Magnoliopsida terdiri atas enam subclassis terpilih. Adapun rincian dari keenam subclassis tersebut adalah sebagai berikut :
1. Subclassis Magnoliidae
Subclassis Magnoliidae terdiri dari 8 ordo, 39 famili, dan 12.000 spesies. Habitus dari subclassis ini sangat beragam, mulai dari pohon yang berkayu sampai herba.                     2. Subclassis Hammamelidae
Subclassis ini terdiri atas 11 ordo, 24 famili dan 3400 species.
3. Subclassis Caryophyllidae
Habitus umum subclassis ini beragam (pohon – herba). Stamennya tersusun sentrifugal. Subclassis ini memiliki 3 ordo, 14 famili, dan 14.000 species
4. Subclassis Dilleniidae
Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species5. Subclassis Rosidae
Habitus umumnya pohon, semak, atau herba. Jumlah famili mencapai 114 dan merupakan subclassis yang terbanyak anggotanya.                                                                   6. Subclassis Asteridae
Habitus umumnya berupa pohon, semak dan herba.

Gymnospermae                              
 Ciri-cirinya          :

. Akar dan batang pinophyta berkambium yang selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada pinophyta hanya terdiri atas trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring. Habitus pinophyta adalah semak, perdu atau pohon. Sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang. Tumbuhan Pinophyta memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan sistem pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya. Hal ini sangat berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem pertulangannya beraneka ragam.

Pinophyta tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Penyerbukan yang terjadi pada Pinophyta hampir selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada pinophyta disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas.

Klasifikasi


Pinophyta atau Gymnospermae merupakan suatu kelompok tumbuhan yang sudah ada sejak Palaezoicum. Kelompok-kelompok yang lebih kecil daripada Pinophyta berkembang pada akhir Palaezoicum dan awal mesozoicum kemudian menyusut pada akhir Mesozoikum seiring dengan punahnya dinosaurus. Pada kenozoicum hanya tinggal 4 kelas dengan adanya penambahan kelompok Gnetopsida. Di daerah tropis hanya ditemukan 3 kelas yaitu Cycadopsida, Coniferopsida, dan Gnetopsida, sedangkan kelas Ginkopsida hanya ditemukan di daerah subtropis seperti Jepang, Cina, dan Amerika Utara.

Cycadopsida diwakili oleh ordo Cicadales dengan 2 familia (Cicadaceae dan Zamiaceae), Coniferales dengan beberapa familia (Pineceae, Arauchariaceae, Pddocarpaceae, Cupressaceae). Sedangkan Gnetopsida diwakili oleh ordo Gnetales dengan beberapa Familia (Gnetaceae, Ephedraceae, Welwitisiaceae).

Classis Cycadopsida

Classis ini hanya terdiri atas satu ordo yaitu Cycadales. Bangsa Cycadales pada awalnya hanya memiliki satu familia (Cycadaceae) kini terdiri atas familia Cycadaceae dan Zamiaceae. Ciri-ciri familia Cycadaceae adalah sebagai berikut.

- Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung.
- Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak.
- Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.
- Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.
- Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk penyerbukan.
- Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.
- Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau tersusun rapat dan kompak.

Classis Gynkopsida

Warga kelas ini tersebar luas di zaman mesozoikum dan tersier, berupa pohon-pohonan yang mempunyai tunas panjang dan pendek dengan daun-daun yang bertangkai panjang. Kelas ini hanya memiliki satu ordo yakni Gynkoales yang juga hanya memiliki satu familia yaitu Gynkoaceae. Ciri-ciri familia Ginkgoaceae :

- Habitus pohon tinggi > 1000 kaki, daun berubah warna dan menggugurkan daunnya pada musim rontok.
Tumbuhan berumah dua; Gamet jantan motil, penyerbukan di air.

- Daun muda menggulung, melebar bentuk kipas, daun terbagi dua simetris karena lekukan yg dalam, mengalami perkembangan.

- Strobilus jantan berbentuk kerucut; strobilus betina dngan 2 ovuli yang berbeda kematangannya; ovulum mempunyai pembungkus berdaging yang dapat berubah warna.

- Lembaga mempunyai 2 cotyledon.

Salah satu contoh species dari ordo Gynkgoales adalah Ginkgo biloba (the living fossils)
Daun tumbuhan kelas ini banyak yang berbentuk jarum, oleh karena itu sering disebut sebagai pohon jarum. Tajuk pohon kebanyakan berbentuk kerucut (Conus = kerucut; Ferein = mendukung).
4. Classis Gnetopsida

    Ordo: Gnetales

    Familia : Gnetaceae

Memiliki ovulum yang lebih tertutup dibandingkan dengan ovulum familia lain dalam pinophyta, tetapi mikropilnya tetap terbuka.

Karakteristik:

- Liana berkayu, beberapa tegak;

- Percabangan bersendi dan menebal;

- Daun sederhana, berhadapan, menyirip;

- Strobilus uniseksual atau biseksual tidak sempurna, memanjang dan ber-buku-buku;

- Bunga jantan: berkelompok aksilaris, berkarang, tiap bunga dengan brakteola bersatu;

- Bunga betina: berkelompok aksilaris, berkarang, tiap bunga memiliki tiga (3) lapisan pelindung;

- Biji dilindungi perianth yang berdaging.

Pteridophyta                          
Pteridophyta adalah tumbuhan kormus yang menghasilkan spora, dan memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap (menyirip) dan pada bagian pucuk tumbuhan itu terdapat bulu – bulu. Daun mudanya membentuk gulungan/melingkar.
Klasifikasi
Pterydophyta diklasifikasikan menjadi empat divisi, yaitu :
1. Divisi Psilophyta
Kelas : Psilotinae
Ciri : Tanpa daun, sporangium pada buku batang
2. Divisi Calamophyta
Kelas : Equisetinae
Ciri : Berdaun, daun serupa rambut atau sisik, sporangium dalam strobilus, duduk daun berkarang, batang berongga/berbuku, spora berflagel/ada elater seperto bentuk laba – laba (calamites)
3. Divisi Lepidophyta
Kelas : Lycopodiinae
Ciri : Berdaun, daun serupa rambut atau sisik, sporangium dalam strobilus, duduk daun tersebar, batang padat, spora tidak berflagel
4. Divisi Pterophyta
Kelas : Filicinae
Ciri : Berdaun, daun lebar, sporangium dalam sorrus atau sporokarpium, duduk daun membentuk sayap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar