Jumat, 02 Desember 2011

Opini : analisis Pulau kabal


Pulau Kabal oh Pulau Kabal

Pertama kali saya mendengar bahwa batrai akan dilaksanakan di pulau kabal, saya sangat antusias. Saya dan teman-teman mulai menerka bagaimana keadaan di pulau kabal. Beribu-ribu pertanyaan mulai mendatangi pikiran saya. Namun saya tetap bisa mengambil kesimpulan di pikiran saya, bahwa pulau kabal sama dengan desa-desa lainnya. Namun hal yang paling saya takutkan adalah bagaimana tempat pembuangan airnya.
Setelah tiba saatnya saya dan teman – teman datang ke pulau tersebut, saya tidak terkejut melihat suasana disana. Karena suasananya begitu nyaman, hening, jauh dari keramaian, mebuat pikiran kita lebih tenang untuk merefleksikan diri disana. Saya  menjadi rindu dengan desa saya sendiri.
Hamparan tanah luas, pohon – pohon sawit dan tanaman lainnya tumbuh disana. Rumah – rumah yang sederhana namun begitu sejuk keadaannya. Sungguh tempat yang sangat membuat saya rindu.
Ketika disana , saya mendapatkan keluarga yang sangat berkecukupan namun begitu sederhana. Sangat berbeda dengan keluarga yang didapatkan teman-teman saya yang sangat kekurangan. Namun saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dari bapak angkat saya, sebut saja Pak Yudi . Pak Yudi banyak sekali menceritakan keaadaan pulau kabal yang sesungguhnya . di balik kenyamanan dan keheningan desa tersebut ternyata masih menyimpan banyak kesemrawutan dari sisi pemerintah desa juga maslah hak warga desa itu sendiri .
Dari sisi infrastrukturnya saja, masih banyak sekali yang perlu dibenahi. Lisrtik yang masih dalam proses, sekolah kecil, hanya terdapat satu bidan disana, hampir semuanya belum memiliki tempat MCK yang layak, masalah sistem pemerintah kepala desa yang masih sangat minim untuk memenuhi tugas sebagai kepala desa.
Dan masalah terbesar di desa tersebut adalah masalah kepemilikan tanah. Yang telah ada sejak zaman Belanda, namun sampai sekarang belum ada pemecahannya.  Walaupun sudah sampai keranah gubernur, tapi masalah tersebut tetap saja diabaikan, dan sepertinya tidak ada ketegasan dari wakill rakyat pemerintahan Sumatera-Selatan. 
Jika hal tersebut terus berlarut – larut, warga pulau kabal sendiri tidak bisa merasakan ketenangan selama kehidupannya. Karena selalu dibayangi oleh perebutan lahan dan kebengisan sesama bangsa demi sehektar tanah.
“ Tak ada masalah tanpa ada pemecahan masalahnya,Allah memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan kita. Dan Allah Maha Baik, tak ada satu cobaan pun yang Ia berikan melebihi kemampuan kita “
Seperti halnya pulau kabal ini, mungkin pulau ini sedang diberi cobaan oleh Allah, dan cobaan tersebut pasti akan selesai ketika waktunya datang . Namun bukan berarti kita semua hanya berleha – leha menunggu waktu itu datang . 
Mungkin saja masih banyak yang perlu dikoreksi diri buat masing – masing warga pulau kabal dan kita semua. Kurangnya ikhtiar, dan selalu menyalahkan orang lain, mungkin itu yang membuat masalah ini terus berlarut – larut sampai sekarang.
Saran saya , sebelumnya mohon maaf kepada segenap warga pulau kabal sendiri. Bukan untuk merasa paling benar atau paling suci, tapi marilah tingkatkan lagi keimanan dan juga ibadah kita semua. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa kita belum tentu benar dan masih ada yang paling benar di antara kita. Jangan selalu menyalahkan orang tetapi mulailah untuk berikhtiar  dan jangan berhenti untuk berikhtiar meskipun di depan kita hanya ada jalan buntu .
Selain itu, Kedua belah pihak harus terus  dipertemukan, dan di hadapkan di depan wakil rakyat, sampai ada pemecahan masalah sengketa tanah tersebut. Jangan berhenti di tengah jalan, tetapi teruslah maju untuk menyampaikan hak kita . Jangan bergerak sendiri – sendiri. Tetapi marilah satukan suara untuk maju memperjuangkan hak kita!
Hanya itu yang mungkin dapat saya sampaikan dan saran, mengingat saya bukanlah apa – apa dan tidak lebih berpengalaman dari anda semua.
Saya berdoa semoga pulau kabal terus mendapat barokah dari Allah swt, dan terus dapat menjadi desa yang bersahaja dengan penuh kedamaian. Amin Ya robbal alamin.
Pulau kabal oh pulau kabal..
Sungguh indanhya nampaknya dirimu, tapi ternyata ku tak tahu jika engkau sedang merintih , menangis dalam kegersangan.
Jagalah Pulau kabal kita ! jangan terpecah belah dan terus berkarya ! 

1 komentar: