Pulau Kabal oh Pulau Kabal
Pertama kali saya mendengar bahwa batrai akan
dilaksanakan di pulau kabal, saya sangat antusias. Saya dan teman-teman mulai
menerka bagaimana keadaan di pulau kabal. Beribu-ribu pertanyaan mulai
mendatangi pikiran saya. Namun saya tetap bisa mengambil kesimpulan di pikiran
saya, bahwa pulau kabal sama dengan desa-desa lainnya. Namun hal yang paling
saya takutkan adalah bagaimana tempat pembuangan airnya.
Setelah tiba saatnya saya dan teman – teman datang ke
pulau tersebut, saya tidak terkejut melihat suasana disana. Karena suasananya
begitu nyaman, hening, jauh dari keramaian, mebuat pikiran kita lebih tenang
untuk merefleksikan diri disana. Saya
menjadi rindu dengan desa saya sendiri.
Hamparan tanah luas, pohon – pohon sawit dan tanaman
lainnya tumbuh disana. Rumah – rumah yang sederhana namun begitu sejuk
keadaannya. Sungguh tempat yang sangat membuat saya rindu.
Ketika disana , saya mendapatkan keluarga yang sangat
berkecukupan namun begitu sederhana. Sangat berbeda dengan keluarga yang
didapatkan teman-teman saya yang sangat kekurangan. Namun saya mendapatkan
banyak sekali pelajaran dari bapak angkat saya, sebut saja Pak Yudi . Pak Yudi
banyak sekali menceritakan keaadaan pulau kabal yang sesungguhnya . di balik
kenyamanan dan keheningan desa tersebut ternyata masih menyimpan banyak
kesemrawutan dari sisi pemerintah desa juga maslah hak warga desa itu sendiri .
Dari sisi infrastrukturnya saja, masih banyak sekali yang
perlu dibenahi. Lisrtik yang masih dalam proses, sekolah kecil, hanya terdapat
satu bidan disana, hampir semuanya belum memiliki tempat MCK yang layak,
masalah sistem pemerintah kepala desa yang masih sangat minim untuk memenuhi
tugas sebagai kepala desa.
Dan masalah terbesar di desa tersebut adalah masalah
kepemilikan tanah. Yang telah ada sejak zaman Belanda, namun sampai sekarang
belum ada pemecahannya. Walaupun sudah
sampai keranah gubernur, tapi masalah tersebut tetap saja diabaikan, dan
sepertinya tidak ada ketegasan dari wakill rakyat pemerintahan Sumatera-Selatan.
Jika hal tersebut terus berlarut – larut, warga pulau
kabal sendiri tidak bisa merasakan ketenangan selama kehidupannya. Karena
selalu dibayangi oleh perebutan lahan dan kebengisan sesama bangsa demi
sehektar tanah.
“ Tak ada masalah tanpa ada pemecahan masalahnya,Allah
memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan kita. Dan Allah Maha Baik, tak ada
satu cobaan pun yang Ia berikan melebihi kemampuan kita “
Seperti halnya pulau kabal
ini, mungkin pulau ini sedang diberi cobaan oleh Allah, dan cobaan tersebut pasti akan selesai ketika waktunya datang .
Namun bukan berarti kita semua hanya berleha – leha menunggu waktu itu datang
.
Mungkin saja masih banyak yang perlu dikoreksi diri buat
masing – masing warga pulau kabal dan kita semua. Kurangnya ikhtiar, dan selalu
menyalahkan orang lain, mungkin itu yang membuat masalah ini terus berlarut –
larut sampai sekarang.
Saran saya , sebelumnya mohon maaf kepada segenap warga
pulau kabal sendiri. Bukan untuk merasa paling benar atau paling suci, tapi marilah
tingkatkan lagi keimanan dan juga ibadah kita semua. Mungkin selama ini kita
tidak menyadari bahwa kita belum tentu benar dan masih ada yang paling benar di
antara kita. Jangan selalu menyalahkan orang tetapi mulailah untuk berikhtiar dan jangan berhenti untuk berikhtiar meskipun
di depan kita hanya ada jalan buntu .
Selain itu, Kedua belah pihak harus terus dipertemukan, dan di hadapkan di depan wakil
rakyat, sampai ada pemecahan masalah sengketa tanah tersebut. Jangan berhenti
di tengah jalan, tetapi teruslah maju untuk menyampaikan hak kita . Jangan
bergerak sendiri – sendiri. Tetapi marilah satukan suara untuk maju
memperjuangkan hak kita!
Hanya itu yang mungkin dapat saya sampaikan dan saran,
mengingat saya bukanlah apa – apa dan tidak lebih berpengalaman dari anda
semua.
Saya berdoa semoga pulau kabal terus mendapat barokah
dari Allah swt, dan terus dapat menjadi desa yang bersahaja dengan penuh
kedamaian. Amin Ya robbal alamin.
Pulau kabal oh pulau kabal..
Sungguh indanhya nampaknya dirimu, tapi ternyata ku tak
tahu jika engkau sedang merintih , menangis dalam kegersangan.
Jagalah Pulau kabal kita ! jangan terpecah belah dan
terus berkarya !
more info here human hair wigs,human hair toppers,wigs online,human hair wigs,cheap wigs,wigs,wigs for women,hair toppers,hair extensions anchor
BalasHapus